Kamis, 21 Desember 2017

mas tam

MANAJEMEN KURIKULUM PESANTREN MAHASISWA

Manajemen Kurikulum Pesantren Mahasiswa Dalam Membentuk Kecerdasan Spiritual dan Kecerdasan Intelektual Mahasiswa (Studi Multi Situs di Pesantren Mahasiswa Al-Hikam dan Pesantren Mahasiswa Firdaus Malang Jawa Timur)

Ahmad Tamami
UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Kata Kunci: Manajemen Kurikulum, Kecerdasan Spiritual dan Kecerdasan Intelektual


Abstrak
Manajemen kurikulum merupakan suatu sistem pengelolaan kurikulum yang kooperatif, komprehensif, sistemik, dan sistematik dalam rangka mewujudkan tercapainya tujuan kurikulum. Manajemen kurikulum dapat kita pahami sebagai pertanggungjawaban (akuntabilitas) lembaga pendidikan terhadap masyarakat luas dan pemerintah agar outcomes yang dihasilkan dapat bermanfaat. Dengan adanya perencanaan kurikulum yang baik, maka akan dapat membantu terbentuknya kecerdasan spiritual dan kecerdasan intelektual santri mahasiswa.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis : (1) perencanaan kurikulum; (2) pegorganisasian kurikulum; (3) pelaksanaan kurikulum; dan (4) evaluasi kurikulum dalam membentuk kecerdasan spiritual dan kecerdasan intelektual mahasiswa di Pesantren Mahasiswa Al-Hikam dan Pesantren Mahasiswa Firdaus Malang JawaTimur.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan pendekatan kualitatif interaktif yang berupa studi multi kasus, Pengumpulan data penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Setelah itu data yang telah terkumpul dianalisis dengan tahapan reduksi data, penyajian data dan yang terakhir adalah verifikasi atau menarik kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) Perencanaan kurikulum di Pesantren Mahasiswa Al-Hikam dan Pesantren Mahasiswa Firdaus dalam membentuk kecerdasan spiritual dan kecerdasan intelktual mahasiswa yaitu berdasarkan motto, visi, misi, dan tujuan pesantren. (2) Pengorganisasian kurikulum di Pesantren Mahasiswa Al-Hikam dibagi menjadi tiga: Kedirosah, Pengasuhan, dan Kesantrian. Pengorganisasian kurikulum di Pesantren Mahasiswa Firdaus berdasarkan waktu pelaksanaan, pagi dan malam. (3) Pelaksanaan kurikulum di Pesantren mahasiswa Al-Hikam dan Firdaus yaitu tingkat pesantren (Pengasuh/Kepala Pesantren), dan tingkat kelas melalui pembagian tugas mengajar. Pembentukan intelektual mahasiswa (kognitif) di Pesantren Al-Hikam melalui kegiatan pembelajaran di kelas dan kegiatan di luar kelas (muhadlarah dan kuliah tamu). Pembentukan mental-spiritual mahasiswa (afektif) melalui pemahaman terhadap kitab Al-Hikam, Al-Mursidu al-Amin, Bidayatu Al-Hidayah, dan Ta’limu al-Muta’alim. Untuk prakteknya berupa kegiatan keseharian, seperti shalat berjama’ah di masjid, wirid setelah shalat fardhu, shalat tahajut, dan istighasah. Sedangkan pembinaan ruhaniah atau mental spiritual di Pesantren Firdaus melalui pemahaman buku “Menggapai Hidayah” dan Buku Rangkaian do’a dan dzikir. Untuk prakteknya melalui pembiasaan shalat berjama’ah, dzikir, puasa sunnah Senin dan Kamis, hafalan al-Qur’an dan kegiatan dzikir jama’i. Untuk pembinaan kecerdasan intelektual melalui diskusi interaktif, seminar, dan bedah buku. (4) Evaluasi kurikulum yang dilakukan oleh Pesantren Mahasiswa Al-Hikam berdasarkan beberapa hal, yaitu: berdasarkan kebutuhan dan kesesuaian, dan berdasarkan usulan-usulan yang didasarkan pada hasil ujian semester dan pengamatan yang dilakukan oleh wali kelas dan asatidz. Sedangkan evaluasi kurikulum yang dilakukan oleh Pesantren Mahasiswa Firdaus ada tiga, evaluasi dalam bidang kognitif, evaluasi dalam bidang karakter dan kepribadian dan terakhir evaluasi dalam bidang kedisiplinan.

PENDAHULUAN
Pesantren Mahasiswa merupakan bentuk lembaga pendidikan yang tranformatif dan alternatif sebagai lembaga pendidikan penyempurna bagi proses pendidikan mahasiswa, khususnya dalam aspek yang tidak atau kurang disentuh oleh lembaga pendidikan formal yaitu aspek mental spiritual. Selain itu, keberadaan pesantren mahasiswa merupakan bentuk keprihatinan dengan makin banyaknya mahasiswa yang kurang maksimal mengelola waktunya dengan kegiatan yang tidak bermanfaat. Sehingga rentan terjerumus terhadap pergaulan bebas yang dapat merusak masa depannya. Oleh karena itu Pesantren Mahasiswa berupaya menyediakan lingkungan kondusif bagi mahasiswa.
Pemikiran tentang perlunya manajemen kurikulum di pesantren mahasiswa dipandang sebagai suatu kebutuhan agar pesantren mahasiswa dapat secara maksimal memberikan perannya kepada santri mahasiswa dalam membina mental spiritual dan intelektualnya.
Pesantren Mahasiswa al Hikam dan Firdaus mencoba membekali para mahasiswa melalui kurikulumnya dengan ilmu agama dan kerohanian/mental spiritual serta kegiatan yang dapat membangun kecerdasan intelektual, sehingga diharapkan mahasiswa menjadi santri yang memiliki nilai tambah yaitu insan yang mampu menyeimbangkan antara fikir dan dzikir sehingga pada penghujungnya menjadi insan yang berakhlak mulia, berbuat adil dan bijaksana, toleran, serasi, dan terhindar dari sifat ekstrim dalam mengabdikan dirinya kepada agama, masyarakat, nusa, dan bangsa.
Agar misi, visi, dan tujuan Pesantren Mahasiswa terwujud, maka pegelolaan kurikulumnya benar-benar harus efektif. Karena kurikulum merupakan alat yang penting dalam keberhasilan suatu pendidikan. Degan demikian, perlu adanya penelitian mendalam di kedua pesantren tersebut di atas (Al-Hikam dan Firdaus) karena untuk mengetahui kurikulum yang bagaimana dan materi/kegiatan apa saja yang harus dituangkan ke dalam kurikulum dalam rangka mebentuk kecerdasan spiritual dan kecerdasan intelektual mahasiswa di dalam lingkungan pesantren. Selain itu, penelitian ini akan sangat bermanfaat untuk dijadikan acuan dalam upaya melihat bagaimana eksistensi Pesantren Mahasiswa dalam membentuk kecerdasan spiritual dan kecerdasan intelektual mahasiswa.

METODE PENELITIAN                                                                                                         
Desain Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan pendekatan kualitatif interaktif yang berupa studi multi kasus, Pengumpulan data penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Setelah itu data yang telah terkumpul dianalisis dengan tahapan reduksi data, penyajian data dan yang terakhir adalah verifikasi atau menarik kesimpulan. Jenis penelitian ini studi kasus, dikarenakan dalam penelitian ini memaparkan serta membahas secara mendalam tentang manajemen kurikulum pesantren dalam membentuk kecerdasan spiritual dan kecerdasan intelektual mahasiswa di Pesantren Al-Hikam dan Pesantren Firdaus Malang JawaTimur, mulai dari perencanaan kurikulum, pengorganisasian, pelaksanaan kurikulum, dan evaluasi kurikulum
Informan
Untuk menggali data pada penelitian ini, peneliti akan menggali informasi kepada beberapa informan, seperti Kepala Pesantren Mahasiswa Al-Hikam (Ust. H. Hilman Wajdi) dan Ketua Yayasan Pesantren Mahasiswa Firdaus (Drs. Abdul Halim Rofi’ie, M.Ag) untuk memperoleh data gambaran umum pesantren yang meliputi filosofi berdirinya pesantren, tujuan pesantren, dan visi misi pesantren. Yang kemudian dijadikan dasar dalam penyusunan kurikulum pesantren. Kepala Bidang Kedirosahan Pesanten Mahasiswa Al-Hikam (Ust. Muzammil Zaini, MA) dan ketua Majlis Pengajaran Pesantren Mahasiswa Firdaus (Drs. Abdul Halim Rofi’ie, M.Ag) untuk memperoleh data manajemen kurikulum meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kurikulum. Bagian kepengasuhan Pesantren Mahasiswa Al-Hikam (Ust. H. Abdul Hadi) dan pengasuh putri Pesantren Firdaus (Dra. Nur Ainy Almascatty) untuk memperoleh data pelaksanaan kegiatan yang mengarah pada kecerdasan spiritual mahasiswa baik yang bersifat teoritis maupun praktis.

Tabel 1. Daftar Informan

No
Instrumen
Konteks Penelitian
1
Kepala Pesantren al Hikam dan Ketua Yayasan Pesantren Mahasiswa Firdaus
Untuk memperoleh data gambaran umum pesantren yang meliputi filosofi berdirinya pesantren, tujuan pesantren, dan visi misi pesantren. Yang kemudian dijadikan dasar dalam penyusunan kurikulum pesantren.
2
Kepala Bidang Kedirosahan Pesanten Mahasiswa Al-Hikam dan ketua Majlis Pengajaran Pesantren Mahasiswa Firdaus
untuk memperoleh data manajemen kurikulum meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kurikulum.
3
Bagian kepengasuhan Pesantren Mahasiswa Al-Hikam dan pengasuh putri Pesantren Firdaus
untuk memperoleh data pelaksanaan kegiatan yang mengarah pada kecerdasan spiritual mahasiswa baik yang bersifat teoritis maupun praktis.


Teknik Pengumpulan Data
Peneliti menggunakan teknik observasi non partisipan artinya peneliti tidak ikut dalam proses kegiatan, yang dilakukan hanya mengamati dan mempelajari kegiatan dalam rangka memahami, mencari jawaban dan mencari bukti terkait Manajemen Kurikulum Pesantren dalam membentuk kecerdasan spiritual dan kecerdasan intelektual mahasiswa di Pesantren Mahasiswa Al-Hikam dan Pesantren Mahasiswa Firdaus Malang JawaTimur.
Wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara terstruktur artinya wawancara dengan perencanaan, di mana peneliti menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan datanya. Wawancara terstruktur ini digunakan untuk mewawancarai nara sumber seperti pengasuh, kepala pesantren, kabag kepengasuhan, kabag kedirosahan, kabag kesantrian, serta para ustadz.
Analisa Data
Penelitian ini menggunakan teknik analisis data kualitatif deskriptif, yaitu analisa data yang berpedoman pada metode berpikir induksi dan deduksi. Analisis data ini untuk menjawab pertanyaan yang dirumuskan dalam penelitian, yaitu mengapa dan bagaimana. Data dikumpulkan dengan berbagai teknik pengumpulan data (triangulasi), yaitu merupakan penggabungan dari berbagai macam teknik pengumpulan data baik wawancara, observasi, maupun dengan menggunakan angket. Semakin banyak data terkumpul, maka hasil penelitian yang didapat semakin bagus. (Patilima: 2004) Data yang sudah terkumpul kemudian data dirangkum, dipilih hal-hal yang pokok, difokuskan pada hal-hal yang penting dan dicari tema serta polanya. Data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya dan mencari data berikutnya jika diperlukan. Data-data yang tidak terpakai dibuang, sehingga peneliti lebih fokus pada data yang telah tereduksi. (Patilima: 2004) Setelah data direduksi, maka langkah selanjutnya adalah mendisplaykan data. Display data berupa tabel. Display data dalam penelitian ini dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori dan flowchart. Penyajian data dengan menggunakan teks yang bersifat naratif. (Patilima: 2004) Langkah berikutnya dalam analisis data adalah verifikasi yaitu memverifikasi data dan menarik kesimpulan. Kesimpulan yang diambil harus didukung oleh data-data yang valid dan konsisten. Sehingga kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang kredibel. Kesimpulan yang diperoleh merupakan jawaban dari fokus penelitian.

HASIL PENELITIAN
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) Perencanaan kurikulum di Pesantren Mahasiswa Al-Hikam dan Pesantren Mahasiswa Firdaus dalam membentuk kecerdasan spiritual dan kecerdasan intelktual mahasiswa yaitu berdasarkan motto, visi, misi, dan tujuan pesantren. (2) Pengorganisasian kurikulum di Pesantren Mahasiswa Al-Hikam dibagi menjadi tiga: Kedirosah, Pengasuhan, dan Kesantrian. Pengorganisasian kurikulum di Pesantren Mahasiswa Firdaus berdasarkan waktu pelaksanaan, pagi dan malam. (3) Pelaksanaan kurikulum di Pesantren mahasiswa Al-Hikam dan Firdaus yaitu tingkat pesantren (Pengasuh/Kepala Pesantren), dan tingkat kelas melalui pembagian tugas mengajar. Pembentukan intelektual mahasiswa (kognitif) di Pesantren Al-Hikam melalui kegiatan pembelajaran di kelas dan kegiatan di luar kelas (muhadlarah dan kuliah tamu). Pembentukan mental-spiritual mahasiswa (afektif) melalui pemahaman terhadap kitab Al-Hikam, Al-Mursidu al-Amin, Bidayatu Al-Hidayah, dan Ta’limu al-Muta’alim. Untuk prakteknya berupa kegiatan keseharian, seperti shalat berjama’ah di masjid, wirid setelah shalat fardhu, shalat tahajut, dan istighasah. Sedangkan pembinaan ruhaniah atau mental spiritual di Pesantren Firdaus melalui pemahaman buku “Menggapai Hidayah” dan Buku Rangkaian do’a dan dzikir. Untuk prakteknya melalui pembiasaan shalat berjama’ah, dzikir, puasa sunnah Senin dan Kamis, hafalan al-Qur’an dan kegiatan dzikir jama’i. Untuk pembinaan kecerdasan intelektual melalui diskusi interaktif, seminar, dan bedah buku. (4) Evaluasi kurikulum yang dilakukan oleh Pesantren Mahasiswa Al-Hikam berdasarkan beberapa hal, yaitu: berdasarkan kebutuhan dan kesesuaian, dan berdasarkan usulan-usulan yang didasarkan pada hasil ujian semester dan pengamatan yang dilakukan oleh wali kelas dan asatidz. Sedangkan evaluasi kurikulum yang dilakukan oleh Pesantren Mahasiswa Firdaus ada tiga, evaluasi dalam bidang kognitif, evaluasi dalam bidang karakter dan kepribadian dan terakhir evaluasi dalam bidang kedisiplinan.

Tabel 2 : Hasil Temuan Penelitian di Pesantren Mahasiswa Al-Hikam dan Pesantren Mahasiswa Firdaus Malang
No
Fokus Penelitian
Pesma Al-Hikam
Pesma Firdaus
1
Perencanaan kurikulum
berdasarkan motto, visi, misi, dan tujuan pesantren.
berdasarkan motto, visi, misi, dan tujuan pesantren.
2
Pengorganisasian kurikulum
Pengorganisasian kurikulum di Pesantren Mahasiswa Al-Hikam dibagi menjadi tiga: Kedirosah, Pengasuhan, dan Kesantrian.
Pengorganisasian kurikulum di Pesantren Mahasiswa Firdaus berdasarkan waktu pelaksanaan, pagi dan malam.
3
Pelaksanaan kurikulum
Pembentukan intelektual mahasiswa (kognitif) di Pesantren Al-Hikam melalui kegiatan pembelajaran di kelas dan kegiatan di luar kelas (muhadlarah dan kuliah tamu). Pembentukan mental-spiritual mahasiswa (afektif) melalui pemahaman terhadap kitab Al-Hikam, Al-Mursidu al-Amin, Bidayatu Al-Hidayah, dan Ta’limu al-Muta’alim. Untuk prakteknya berupa kegiatan keseharian, seperti shalat berjama’ah di masjid, wirid setelah shalat fardhu, shalat tahajut, dan istighasah.
pembinaan ruhaniah atau mental spiritual di Pesantren Firdaus melalui pemahaman buku “Menggapai Hidayah” dan Buku Rangkaian do’a dan dzikir. Untuk prakteknya melalui pembiasaan shalat berjama’ah, dzikir, puasa sunnah Senin dan Kamis, hafalan al-Qur’an dan kegiatan dzikir jama’i. Untuk pembinaan kecerdasan intelektual melalui diskusi interaktif, seminar, dan bedah buku.
4
Evaluasi kurikulum
berdasarkan kebutuhan dan kesesuaian, dan berdasarkan usulan-usulan yang didasarkan pada hasil ujian semester dan pengamatan yang dilakukan oleh wali kelas dan asatidz.
evaluasi kurikulum yang dilakukan oleh Pesantren Mahasiswa Firdaus ada tiga, evaluasi dalam bidang kognitif, evaluasi dalam bidang karakter dan kepribadian dan terakhir evaluasi dalam bidang kedisiplinan.


PEMBAHASAN
Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menemukan bahwa perencanaan kurikulum dalam membentuk kecerdasan spiritual dan kecerdasan intelktual mahasiswa di pesantren mahasiswa Al-Hikam sejalan dengan teori yang dikemukakan  oleh George R. Terry, bahwa untuk memperoleh perencanaan yang kondusif, perlu dipertimbangkan beberapa jenis kegiatan, salah satunya yaitu menentukan tujuan (objektives).
Perencanaan kurikulum dalam membentuk kecerdasan spiritual dan kecerdasan intelktual mahasiswa di Pesantren Mahasiswa Firdaus berdasar kepada motto, visi, misi dan tujuan yang dimilikinya. Dengan demikian apa yang dilakukan oleh Pesantren Mahasiswa Firdaus sejalan dengan teori yang dikemukakan  oleh George.R.Terry, bahwa untuk memperoleh perencanaan yang kondusif, perlu dipertimbangkan beberapa jenis kegiatan, salah satunya adalah menentukan tujuan (objektives) organisasi.
Pesantren Mahasiswa Al-Hikam setelah membuat rencana materi dan kegiatan pembelajaran yang diarahkan untuk membina mental spiritual (afektif) dan intelektual (kognitif).
Organisasi kurikulum merupakan pola atau desain bahan kurikulum yang tujuannya untuk memudahkan siswa dalam mempelajari bahan pelajaran dan memudahkan siswa dalam melakukan kegiatan belajar sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai secara aktif. (Rusman:2009).
Pengorganisasian kurikulum di Pesantren Mahasiswa Firdaus dilakukan setelah adanya perencanaan materi dan bentuk kegiatan yang di tuangkan ke dalam kurikulum. Bentuk pengorganisasian kurikulum di Pesantren Mahasiswa Firdaus berupa pembagian materi pelajaran pada masing-masing tingkatan (paket I, II, III) selanjutnya membuat jadwal pelaksanaan pembelaran dan menentukan muallim pada setiap mata pelajaran.
Pelaksanaan kurikulum di Pesantren Mahasiswa Firdaus dalam membentuk kecerdasan spiritual dan kecerdasan intelektual dibagi menjadi dua, yaitu: pelaksanaan kurikulum tingkat pesantren dan tingkat kelas. Pelaksanaan kurikulum di pesantren mahasiswa al Hikam ada dua tingkatan, pelaksanaan kurikulum tingkat sekolah dan tingkat kelas. Tahapan pelaksanaan kurikulum meliputi: pertama, Pengembangan Program (mencakup program tahunan, semester atau caturwulan, bulanan, mingguan, dan harian); kedua, Pelaksanaan Pembelajaran; dan tiga, evaluasi proses. (Hamalik:2007).
Kemudian evaluasi kurikulum di Pesantren Mahasiswa Al-Hikam ada tiga, bulanan, semesteran, dan tahunan.
Evaluasi kurikulum yang dilakukan Pesantren Mahasiswa Firdaus yaitu ada tiga, evaluasi dalam bidang kognitif, evaluasi dalam bidang karakter dan kepribadian dan evaluasi dalam bidang kedisiplinan.

PENUTUP
Simpulan
1.      Perencanaan kurikulum dalam membentuk kecerdasan spiritual dan kecerdasan intelktual mahasiswa di pesantren mahasiswa Al-Hikam berdasarkan pada motto, visi, misi, dan tujuan pesantren, dan begitu juga perencanaan kurikulum di Pesantren Mahasiswa Firdaus mendasarkan pada motto, visi, misi, dan tujuan yang dimilikinya.
2.      Pengorganisasian kurikulum di Pesantren Mahasiswa Al-Hikam yaitu membagi menjadi tiga bidang. Bidang Dirosah menangani belajar mengajar atau pembinaan intelektual mahasiswa (kognitif) melalui kegiatan pembelajaran di kelas dan kegiatan di luar kelas (muhadhoroh dan kuliah tamu). Muhadoroh, bentuk kegiatannya berupa bedah buku, pelatihan jurnalistik, dan presentasi antar jurusan (mahasiswa yang kuliah di UM, UB, UMM dll). , Bidang Pengasuhan menangani pembentukan mental-spiritual mahasiswa (afektif) melalui pemahaman terhadap kitab Al-Hikam, Al-Mursidu al-Amin, Bidayatu Al-Hidayah, dan Ta’limu al-Muta’alim. Untuk prakteknya berupa kegiatan keseharian, seperti shalat berjama’ah dimasjid, wirid setelah shalat fardhu, shalat tahajut, dan istighasah. dan Bidang Kesantrian mendampingi proses aplikasi dan aktualisasi diri serta memandu para Santri mahasiswa dalam pengembangan karakter dan kepribadiannya. Pengorganisasian kurikulum Pesantren Mahasiswa Firdaus langsung kepada waktu pelaksanaannya karena tidak adanya pembagian kepala bidang seperti yang dilakukan oleh Pesantren Al-Hikam. Pengorganisasiannya dibagi menjadi dua, yaitu kelas malam setelah shalat Magrib dan kelas pagi setelah shalat Subuh. Pelaksanaan kegiatan yang diarahkan kepada pembianaan ruhaniah atau mental spiritual dibagi menjadi dua, yaitu berupa kegiatan pembelajaran yang sifatnya teori melalui kitab atau buku, seperti buku Menggapai Hidayah dan Buku Rangkaian do’a dan dzikir. Untuk prakteknya secara umum melalui kegiatan sehari-hari seperti pembiasaan shalat berjama’ah dzikir setelah jama’ah dan dilanjutkan dengan berdo’a, puasa sunnah Senin dan Kamis, hafalan al-Qur’an dan kegiatan dzikir jama’i. yang dilakukan seminggu sekali pada Sabtu pagi setelah shalat subuh. Sedangkan pelaksanaan kurikulum yang diarahkan pembinaan atau pembentukan kecerdasan intelektual mahasiswa, Pesantren Mahasiswa Firdaus mengadakan kegiatan-kegiatan, seperti diskusi interaktif, seminar, dan  bedah buku yang kesemuanya ada dalam materi Interdisipliner.
3.      Pelaksanaan kurikulum Pesantren mahasiswa Al-Hikam dalam membentuk kecerdasan piritual dan kecerdasan intelektual mahasiswa yaitu pelaksanaan tingkat pesantren (dalam hal ini kepala pesantren) bersama kabid kedirosahan membuat program kurikulum, dan melakukan pembinaan kurikulum kepada seluruh asatidz melalui rapat kerja dan pembinaan kurikulum kepada santri melalui kegiatan MAISA (masa orientasi santri). Sedangkan untuk pelaksanaan tingkat kelas yaitu terlaksananya kegiatan belajar mengajar melalui adanya pembagian tugas dan jadwal mengajar kepada masing-masing asatidz. Begitu juga pelaksanaan kurikulum yang dilakukan oleh Pesantren Mahasiswa Firdaus.
4.      Evaluasi kurikulum yang dilakukan oleh Pesantren Mahasiswa Al-Hikam berdasarkan beberapa hal, yaitu: berdasarkan kebutuhan dan kesesuaian, dan berdasarkan usulan-usulan yang didasarkan pada hasil ujian semester dan pengamatan yang dilakukan oleh wali kelas dan asatidz. Sedangkan evaluasi kurikulum yang dilakukan oleh Pesantren Mahasiswa Firdaus ada tiga, evaluasi dalam bidang kognitif, evaluasi dalam bidang karakter dan kepribadian dan terakhir evaluasi dalam bidang kedisiplinan.
Rekomendasi
1.      Bagi para pengambil kebijakan, sebagai salah satu acuan dalam mengambil kebijakan tentang perencanaan kurikulum pesantren mahasiswa dalam membentuk kecerdasan spiritual dan kecerdasan intelektual mahasiswa.
2.      Bagi pelaksana pendidikan di pesanten, hendaknya mensosialisasikan kurikulum yang dimiliki kepada semua pihak yang berkepentingan, sehingga bisa menjadi landasan yang kuat dalam melaksanakan pendidikan dan mencapai tujuan yang telah dicanangkan.
3.      Bagi Pesantren Mahasiswa Al-Hikam dan Pesantren Mahasiswa Firdaus, segala bentuk kegiatan yang diterapkan di pesantren supaya di tuliskan secara jelas tujuan dan indikator keberhasilannya. Dan ditambah dengan adanya standar operasional prosedur (SOP) dalam setiap kegiatan, sehingga jelas pelaksanaannya dan jelas penanggung jawabnya.
4.      Bagi peneliti selanjutnya, sebagai acuan untuk penelitian terutama dalam aspek perencanaan kurikulum, spiritual dan intelektual.
Daftar Pustaka
Depdiknas. Kamus Besar Bahasa Indonesia

Fatmawati, Erma. Manajemen Pengembangan Kurikulum Pesantren Mahasiswa.  Desertasi

Hafidhuddin, Didin dan Hendri Tanjung, Manajemen Syariah dalam Praktek. Jakarta:Gema insani. 2003

Hamalik, Oemar. Dasar-Dasar Pengembangan Kurikulum, Cet. I. Bandung: Rosda Karya. 2007.

Harahap, Sofyan Syafri. Akuntansi Pengawasan dan Manajemen dalam Perspektif Islam. Jakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti. 1992.

Nasution, S. Kurikulum dan Pengajaran, Cet. II. Jakarta: Bumi Aksara. 1995

Rusman. Manajemen Kurikulum. Jakarta: Rajawali Press. 2009.

Wahyudin, Din. Manajemen Kurikulum, Cet. I. Bandung: Rosda Karya. 2014.


mas tam

About mas tam -

Author Description here.. Nulla sagittis convallis. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.

Subscribe to this Blog via Email :